Cabai Rawit Sumbang Inflasi Terbesar Kota Manado

Dipublikasikan oleh Ruang Pengetahuan pada

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat cabai rawit menyumbang inflasi terbesar di Kota Manado pada Desember 2021. Inflasi yang disumbang cabai rawit sebesar 0,5942 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah ikan selar/ikan tude sebesar 0,0820 persen.

Kepala BPS Provinsi Sulut Asim Saputra mengatakan bahwa Kota Manado menempati urutan keenam inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-23 secara nasional.

“Bulan Desember 2021 Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,95 persen karena adanya peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 107,54 pada November 2021 menjadi 108,56 pada Desember 2021,” kata Asim Saputra, Senin (3/1/2022).

Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, tiga kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,90 persen, kelompok transportasi sebesar 0,92 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen.

“Tiga kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,67 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,01 persen,” tuturnya.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan yaitu pakaian dan alas kaki, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, kesehatan, pendidikan dan penyediaan makanan/minuman dan restoran.

“Kota Manado, pada Desember 2021 mengalami inflasi secara tahun kalender sebesar 2,65 persen dan inflasi “year on year” sebesar 2,65 persen,” ujarnya.