5 Situasi dan Kondisi Untuk Tidak Memulai Investasi

Dipublikasikan oleh MUHAMAD HADI NINGRAT pada

Savana Jaya, Ruang Pengetahuan – Investasi tidak hanya sekadar menaruh uangmu ke instrumen investasi dan membiarkannya berkembang sendiri. Ada beberapa situasi dan kondisi yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Jangan terburu-buru untuk memulai investasi jika kamu masih mengalami situasi berikut ini!

1. Tidak Mengetahui Risiko Saat Berinvestasi

Investasi itu memang menguntungkan dan sangat penting untuk masa depan, tapi kamu juga harus memahami risiko apa saja yang akan dihadapi nanti. Karena setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda-beda.

Profil risiko investasi adalah tingkat toleransi dan batasan dari setiap orang dalam menerima risiko investasi. Ada profil agresif yang mampu menanggung risiko besar asalkan imbal hasil atau return-nya besar juga (high risk, high return).

Ada investor moderat yang sedang-sedang saja dalam berinvestasi. Mereka belum terlalu berani untuk mengambil risiko tinggi. Umumnya, investor moderat selalu mencari keseimbangan antara risiko dan potensi pendapatan.

Ada pula investor konservatif, yang mengharapkan investasi aman dan stabil meskipun return investasi tidak sebesar moderat dan agresif.

2. Berinvestasi Dengan Cara Berutang

Jangan sampai kamu berinvestasi, tetapi modalnya dari utang. Entah itu utang pinjol atau utang ke orang lain. Karena ini akan merepotkanmu nanti. Apalagi jika investasimu malah mengalami kerugian dan tidak bisa mengembalikan utang tersebut.

Jangan memaksakan diri jika memang belum ada “uang dingin”. Lebih baik penuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu. Bisa juga dengan mencari penghasilan tambahan.

Mulailah investasi jika kamu sudah punya “uang dingin”, yaitu uang yang menganggur dan tidak digunakan untuk kebutuhan apa pun.

3. Belum Memiliki Dana Darurat

Seperti namanya, dana ini bisa menjadi safety net atau pengaman yang dapat melindungi kamu dan keluargamu dalam keadaan darurat. Entah itu sakit, terkena PHK, kecelakaan, dan masalah darurat lainnya.

Jika belum memiliki asuransi, dana darurat juga bisa menyelamatkanmu dari kebutuhan mendesak tersebut. Kamu juga tidak perlu pusing mondar-mandir mencari utang dan pinjaman.

Jumlah alokasi dana darurat yang dianjurkan bagi yang masih single sekitar enam kali pengeluaran bulanan, sedangkan yang sudah menikah sekitar 9-12 kali pengeluaran bulanan.

4. Investasi Hanya Ikut-Ikutan

Mengikuti tren adalah hal yang baik. Namun, kamu harus pelajari dulu investasi tersebut sebelum terjun ke dalamnya. Pahami fundamentalnya, pahami asal-usul dan seluk-beluknya.

Karena kebutuhan dan tujuan keuangan setiap orang berbeda-beda, instrumen investasi yang dipilih juga unik dan beda.

Iya kalau investasi yang kamu masuki jelas keamanannya dan cuannya, kalau ternyata terjerumus ke dalam investasi bodong, bukannya untung malah buntung!

5. Tidak Mempelajari Instrumen Investasi

Jangan asal berinvestasi. Untuk memaksimalkan investasi, kamu harus benar-benar belajar dan memahami seluk-beluknya.

Kamu harus memahami instrumen investasinya, bagaimana cara memilihnya, serta selalu mencari tahu bagaimana cara menganalisisnya.

Jika beberapa masalah di atas sudah teratasi, berarti kamu sudah bisa mulai berinvestasi. Selamat berburu cuan!