Perbandingan Harga BBM di Asia Tenggara, Indonesia Termurah?

Dipublikasikan oleh MUHAMAD HADI NINGRAT pada

Savana Jaya, Ruang Pengetahuan – Mengawali bulan September 2022, Indonesia dilanda gonjang-ganjing akibat Pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi yaitu Pertalite dan Solar per 3 September 2022 lalu.

Kini harga Pertalite resmi naik menjadi Rp10.000 per liter (sebelumnya Rp7.650) dan Solar menjadi Rp6.800 per liter (sebelumnya Rp5.150). Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax juga ikut dinaikkan menjadi Rp14.500 per liter (sebelumnya Rp12.500).

Kenaikan harga BBM ini sangat vital berdampak pada kehidupan masyarakat secara umum. Biasanya juga merembet pada kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan harga lainnya.

○ Bagaimana Harga BBM di Negara Asia Tenggara Lainnya?

Di tengah ramainya pro kontra kenaikan harga BBM oleh Pemerintah, sebenarnya jika dibandingkan dengan negara tetangga lainnya, apakah harga BBM Indonesia saat ini termasuk mahal atau murah?

Dilansir KataData, berikut perbandingan harga BBM di negara-negara Asia Tenggara menurut data Global Petrol Price per Agustus 2022.

  • Singapura: Rp29.015 per liter
  • Laos: Rp25.441 per liter
  • Filipina: Rp19.490 per liter
  • Kamboja: Rp19.045 per liter
  • Thailand: Rp18.663 per liter
  • Indonesia: Rp17.320 per liter
  • Vietnam: Rp15.939 per liter
  • Malaysia: Rp6.792 per liter

Menurut laporan Global Petrol Prices, ternyata negara yang memiliki harga BBM paling murah di Asia Tenggara adalah Malaysia, yakni sebesar Rp6.792 per liter (BBM dengan kualitas setara RON 95).

Sedangkan pada Agustus 2022, Indonesia merupakan negara dengan harga BBM termurah ketiga di Asia Tenggara, yakni Rp17.320 per liter. Sedangkan untuk rata-rata harga termahalnya dipegang oleh Singapura, yaitu Rp29.015 per liter.

Ternyata meski mengalami kenaikan, harga BBM di Indonesia masih tergolong murah di antara negara tetangga Asia Tenggara lainnya.

Namun tentunya yang membedakan adalah tingkat perekonomian dan tingkat konsumsi masyarakatnya. Nominal upah di negara tetangga seperti Singapura tentu lebih tinggi dari kita, sebanding dengan harga biaya hidupnya.