Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko, Kamu Yang Mana?

Dipublikasikan oleh MUHAMAD HADI NINGRAT pada

Savana Jaya, Ruang Pengetahuan – Investasi sangatlah penting untuk membangun masa depan. Namun, kamu juga harus memahami risiko apa saja yang akan dihadapi saat berinvestasi.

Karena setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Profil risiko bisa menjadi alat bantu seseorang untuk merencanakan investasi dan mencapai tujuan keuangan.

○ Apa Itu Profil Risiko?

Profil risiko investasi adalah tingkat toleransi dan batasan setiap orang dalam menerima risiko investasi. Profil risiko setiap orang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, lingkungan, serta pengetahuan mengenai investasi.

Secara umum, ada tiga tipe investor berdasarkan profil risiko, yaitu:

1. Profil Risiko Agresif

Investor dengan profil agresif mampu menanggung risiko besar asalkan imbal hasil atau return-nya besar juga (high risk, high return). Investor tipe ini sangat siap jika sewaktu-waktu nilai investasinya berkurang atau hilang. Asalkan, potensi imbal hasil atau return-nya juga tinggi.

Biasanya investor bertipe agresif adalah investor yang sudah berpengalaman. Mereka sudah terbiasa dengan fluktuasi pasar modal. Bahkan jika fluktuasinya ekstrem.

Investor dengan profil risiko agresif sangat cocok berinvestasi pada saham dan reksadana saham, atau pada cryptocurrency yang sedang tren.

2. Profil Risiko Moderat

Ada pula investor moderat yang sedang-sedang saja dalam berinvestasi. Mereka belum terlalu berani untuk mengambil risiko tinggi. Umumnya, investor moderat selalu mencari keseimbangan antara risiko dan potensi pendapatan.

Investor berprofil risiko moderat kebanyakan memiliki tujuan finansial jangka menengah. Meski sudah bisa menoleransi risiko, tetapi mereka tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi.

Instrumen investasi yang cocok bagi mereka adalah obligasi, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran.

3. Profil Risiko Konservatif

Ada pula investor konservatif. Mereka mengharapkan investasi yang aman dan stabil meskipun return investasi tidak sebesar moderat dan agresif.

Kebanyakan para investor konservatif adalah mereka yang ingin main aman dalam berinvestasi. Bahkan kalau bisa yang tanpa risiko sama sekali.

Karena bagi mereka yang penting uang mereka tidak mengendap di tabungan saja. Biasanya investor yang memiliki profil risiko konservatif adalah investor pemula atau orang tua.

Instrumen investasi yang cocok bagi mereka adalah deposito, emas, dan reksadana pasar uang. Karena mereka akan tetap mendapatkan imbal hasil (return), dan tidak perlu khawatir dengan fluktuasi harga di pasar modal.

Bisa dibilang, investasi itu unik. Ada seninya. Karena tidak semua orang cocok berinvestasi di instrumen yang agresif dan berisiko tinggi seperti saham.

Begitu juga sebaliknya, tidak semua orang puas dengan bunga bulanan dari deposito. Jadi, kamu termasuk investor dengan profil risiko yang mana?