Gagal Bayar Utang dan Bunga Rp1,2 Triliun, Pangeran Arab Saudi Digugat Bank Swiss

Dipublikasikan oleh Ruang Pengetahuan pada

Bank di Swiss menggugat seorang pangeran Arab Saudi di pengadilan London. Pihak bank mengklaim dia gagal membayar utang dan bunga yang totalnya USD78 juta atau lebih dari Rp1,2 triliun.

Credit Suisse Group AG, mengatakan Pangeran Fahd bin Sultan telah mengambil pinjaman yang berbunga untuk membiayai rumah besar dan kapal pesiar mewah di Inggris.

Pangeran Arab Saudi itu dikenal sebagai gubernur Provinsi Tabuk.

Menurut pihak bank, pinjaman yang berbunga itu diambil sang pangeran untuk membiayai superyacht dan mansion Surrey sepanjang 270 kaki.

Sebuah dokumen gugatan di pengadilan London, dikutip Bloomberg, Rabu (5/1/2022), mengungkapkan kapal pesiar “Sarafsa” terdaftar di Kepulauan Cayman bernilai sekitar £48 juta (pound sterling). Sedangkan properti di dekat Wentworth Golf Club di selatan London bernilai £35 juta.

Bank di Swiss tersebut mengatakan dua perusahaan gagal membayar dua pinjaman yang telah diberikan untuk membiayai kembali pembelian. Menurut pihak bank, Pangeran Fahd, sebagai penjamin pinjaman, adalah penerima manfaat utama dari aset tersebut.

Credit Suisse mengatakan pinjaman bank disepakati pada tahun 2020. Namun, pihak peminjam tidak membayar pinjaman, bunga, dan biaya terkait lainnya.

Bank yang berbasis di Zurich juga menuduh pihak peminjam tidak memberikan bukti bahwa Pangeran Fahd memiliki aset likuid, setidaknya USD25 juta, yang merupakan pelanggaran perjanjian.

Credit Suisse menulis kepada Kerajaan Arab Saudi menuntut pembayaran lebih dari 37 juta euro (£30 juta).

Bank juga menuduh perusahaan lain yang berbasis di Kepulauan Virgin Inggris gagal membayar fasilitas pinjaman, yang disepakati pada tahun 2017, dengan tidak membayar kembali sebagian dari pinjaman ditambah bunga.

Pengacara Pangeran Fahd belum mengajukan surat pembelaan dalam kasus ini. Credit Suisse juga menolak berkomentar saat dihubungi MailOnline.

Baca Juga  Komentar Rusia Terhadap Pernyataan 5 Negara Soal Perang Nuklir

Fahd bin Sultan telah menjadi gubernur Provinsi Tabuk sejak 1987 dan merupakan anggota House of Saud atau Keluarga Kerajaan yang berkuasa di Arab Saudi. Salah satu putranya, Faisal, adalah wakil gubernur wilayah Hail.