Gunakan Video Konvoi Jokowi, Media Sentil Rombongan PM Malaysia yang Stop Ambulans

Dipublikasikan oleh Ruang Pengetahuan pada

Media Malaysia ramai-ramai menyentil Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob menggunakan video konvoi Presiden Jokowi yang berhenti saat bertemu ambulans. Salah satu media Malaysia yang menggunakan video itu adalah situs otomotif Malaysia, Wapcar yang menyebutkan sikap yang diambil Presiden Republik Indonesia itu perlu dicontoh oleh semua pejabat penting di Malaysia termasuk Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob.

“Dari apa yang kami pahami, ini bukan kali pertama presiden (Jokowi) melakukan hal tersebut. Video itu seharusnya bisa ditiru oleh pejabat-pejabat di negeri tetangga Indonesia,” tulis Wapcar.

Video yang digunakan Wapcar itu adalah rekaman saat Presiden Jokowi berkunjung ke Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Dalam video itu, mobil ambulans sempat melambat ketika berpapasan dengan rombongan Jokowi. Namun, pengawal presiden yang menggunakan motor melambaikan tangan kepada ambulans sebagai isyarat agar ambulans melanjutkan perjalanannya.

Ambulans tersebut kemudian mengikuti arahan tersebut. Rombongan Jokowi terlihat berjalan pelan saat ambulans hendak melintas. Langkah itulah yang kemudian dipuji media Malaysia.

Hal itu guna mengkritisi viralnya video rombongan Perdana Menteri Malaysia Ishak Sabri Yaakob yang memaksa ambulans berhenti ketika bertemu rombongan mereka. Peristiwa itu terjadi pada 26 Desember 2021 saat Ishak Sabri Yaakob mengunjungi lokasi banjir di Hululangat, Malaysia.

Usai berkunjung, rombongan Perdana Menteri Malaysia berangkat ke masjid Al Muttaqiin di Hululangat. Hanya saja saat perjalanan rombongan terpaksa menghentikan semua kendaraan lain yang melintas di jalur yang sama. Termasuk mobil ambulans dan mobil bantuan milik Bulan Sabit Merah.

Video itu kemudian viral dan membuat banyak orang Malaysia mengkritik rombongan Ishak Sabri Yakoob. Pihak kepolisian Selangor sendiri mengeluarkan pernyataan resmi bahwa hal itu dilakukan untuk keamanan ambulans itu sendiri.

Baca Juga  Kepala WHO Optimistis Covid akan Dikalahkan pada 2022

“Harusnya hal itu (Presiden Jokowi) bisa dipelajari meski kami akhirnya mengerti kalau polisi Malaysia melakukan hal itu karena alasan keamanan ambulans yang kebetulan bertemu rombongan mereka,” tulis Wapcar lagi.