Internet Kazakhstan Putus, Tambang Bitcoin Tumbang

Dipublikasikan oleh Ruang Pengetahuan pada

Aksi demonstrasi besar-besaran, untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak selama beberapa hari terakhir di Kazakhstan, membuat pemerintah setempat mengambil langkah ekstrem. Salah satunya dengan mematikan layanan internet yang dapat mengganggu komunikasi para pengunjuk rasa. Namun, langkah pemadaman layanan internet tersebut berdampak lebih luas lagi.

Mengutip CNBC Internasional pada Jumat (7/1), matinya internet di Kazakhstan berdampak pada penambang (miner) bitcoin. Kazakhstan sendiri merupakan pusat penambangan bitcoin terbesar kedua di dunia. Sebagai pengingat, China mengusir semua penambang mata uang kripto beberapa waktu lalu. Beberapa dari mereka lari ke negara tetangga Kazakhstan dan membuka toko.

Kerusuhan di Kazakhstan karena lonjakan harga bahan bakar membuat penambang terjebak. Ketika akses internet diputus demi meredam kerusuhan, 15 persen penambang bitcoin dunia ikut tumbang.

“Tidak ada internet, tidak ada penambangan,” ungkap salah satu penambang di Kazakhstan bernama Kazakh Didar.

Hal ini lantas membuat bitcoin jatuh di bawah US$40 ribu per keping untuk pertama kalinya sejak September 2021.

Baca Juga  Elon Musk Bongkar Identitas Satoshi Nakamoto sang Pencipta Bitcoin