Sudahi Dulu Kerjamu, Ambil Jatah Cutimu

Dipublikasikan oleh MUHAMAD HADI NINGRAT pada

Savana Jaya, Ruang Pengetahuan – Kesibukan bekerja ditambah dengan beban tugas yang seakan tidak ada habisnya, bisa membuat kamu kelelahan secara fisik dan mental.

Apalagi di kala akhir pekan tiba, kamu masih saja lembur untuk bekerja. Jika kamu sudah merasa kelelahan secara raga dan jiwa, ini jadi tanda untuk segera mengambil jatah cuti.

Terkadang karyawan terlalu semangat bekerja, hingga lupa untuk rehat sejenak. Ada juga yang bahkan sungkan untuk mengambil cuti, padahal ini adalah jatah setiap pekerja yang bisa diambil. Kerja boleh saja ambisi, tapi jangan lupa cuti.

○ Hak Cuti Pekerja Sudah Diatur Dalam Undang-Undang

Setiap pekerja sebenarnya memiliki hak cuti. Hal ini telah diatur dalam Pasal 79 Ayat 2 C Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, yang menjelaskan bahwa perusahaan harus memberikan cuti tahunan minimal 12 hari kerja per tahun bagi pegawainya.

Jatah cuti tahunan bisa didapatkan jika karyawan telah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus. Terlepas dari status kerjanya, entah pekerja tetap, kontrak, magang, atau freelance, setiap karyawan berhak untuk mendapatkan cuti.

Perusahaan boleh saja memberi hak cuti pada karyawan yang baru bergabung meski belum bekerja selama 12 bulan lebih, tergantung pada perjanjian kerja yang telah disepakati sebelumnya.

Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan jika kamu memanfaatkan jatah cuti dengan baik. Apa saja?

1. Meningkatkan Produktivitas Kerja

Beban pekerjaan yang berat tak jarang memberi efek lelah dan penat bagi karyawan, entah secara fisik dan mental. Cuti bisa menjadi solusi karena kamu bisa beristirahat dan rehat sejenak dari rutinitas.

Kamu bisa sejenak bersantai untuk mengembalikan energi semangat kerja dan meningkatkan produktivitas setelah kembali dari cuti nanti.

2. Mengurangi Stres

Di tengah drama dan tekanan dalam pekerjaan tak jarang membuat karyawan menjadi stres, belum lagi jika ada masalah hidup lain di luar kantor. Cuti tidak hanya sekadar rehat sejenak dari rutinitas, namun juga salah satu sarana melepas stres.

Menjaga tingkat stres dengan baik, akan mengurangi risiko timbulnya masalah kesehatan fisik dan mental. Karena dengan tubuh dan pikiran sehat, mampu memotivasi gairah dalam bekerja.

3. Jadi Lebih Bahagia

Cuti untuk liburan atau sekadar bersantai di rumah bersama keluarga dan pasangan bisa membuat seseorang bahagia, karena bisa memberikan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

Work-life balance bisa terpenuhi. Energi positif muncul, dan kamu bisa kembali bekerja dengan lebih semangat dan bahagia setelah selesai cuti.

4. Muncul Inspirasi Baru

Dengan mengambil cuti sejenak, bisa jadi ide-ide dan inspirasi baru muncul. Mungkin selama ini otak terlalu lelah karena burnout dan overwork, membuat pikiran menjadi tidak jernih.

Ingatlah bahwa kamu bukan robot, kamu butuh healing sejenak demi menyegarkan jasmani dan rohani. Beragam aktivitas selama liburan dapat merangsang otak untuk mengeluarkan ide serta inspirasi baru, yang bisa jadi berguna bagi pekerjaanmu nanti.

Jadi, segera cek jatah cutimu. Jika masih ada, manfaatkan dengan bijak.

Tahun 2022 sudah memasuki bulan September, itu berarti tersisa 3 bulan lagi untuk menghabiskan jatah cutimu dengan baik. Yuk, rencanakan liburan, keluar sejenak dari segala kesibukan dan pekerjaan.