Menimbun Email, Merusak Lingkungan!

Dipublikasikan oleh Ruang Pengetahuan pada

Setelah membuat akun di salah satu website ataupun aplikasi terkadang kita mendapatkan email newsletter dari website atau aplikasi tersebut, bukan? Terkadang pula email newsletter yang mereka kirimkan terlalu banyak dan berakhir menumpuk di email kita. Apalagi jika kita tidak meng-unsubscribe berbagai platform tersebut, maka akan semakin banyak email newsletter yang akan kalian terima.

Memang benar bahwa email dapat membantu kita mempermudah pekerjaan, menghemat waktu dalam pengirimannya. Tapi tahukah kamu bahwa setiap email yang dikirim di seluruh dunia disimpan di dalam sebuah server?

Melansir dari laman RESET.org, setiap email yang ada di mailbox kita akan disimpan di sebuah server. Dimana server tersebut tidak hanya menyimpan email milik kita saja, melainkan milik seluruh orang di dunia.

Server raksasa yang menyimpan banyak email ini, tentunya mengonsumsi energi dalam jumlah besar. Belum lagi penggunaannya yang 24 jam nonstop, membuat server ini membutuhkan berliter-liter air dan sistem pendingin ruangan untuk mendinginnya mesin/server tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari The Japan Times, diketahui bahwa pusat data mengonsumsi dua persen listrik dunia, yang diprediksi akan bertambah menjadi delapan persen pada tahun 2030.

Server raksasa yang beroperasi 24 jam tersebut menghasilkan banyak emisi karbon. Science Focus menyebutkan bahwa untuk email biasa, yang hanya berisikan tulisan, mampu menghasilkan 4 gram CO2. Sementara, apabila dalam email tersebut terdapat gambar maka emisi yang dihasilkan rata-rata sebesar 50 gram CO2.

Science Focus mengibaratkan, jika kita mengirim 65 email, maka hal tersebut setara dengan kita mengendarai mobil dengan jarak 1 km. Disebutkan pula bahwa dalam setahun orang-orang di negara maju menghasilkan 136 kg emisi CO2 atau setara dengan mengendarai mobil dengan jarak 320 km.

Baca Juga  Ikut Jualan NFT, Orang Indonesia Latah Ingin Kaya Mendadak

Lalu? Bahayakah Emisi Karbon terhadap Lingkungan?

Berbicara mengenai emisi karbon, apakah kalian tahu apa itu emisi karbon dan apa bahaya dari emisi karbon tersebut?

Melansir dari The New York Times, emisi karbon adalah jumlah total emisi gas rumah kaca yang berasal dari produksi, penggunaan, hingga pembuangan akhir suatu produk atau layanan. Gas rumah kaca tersebut merupakan gas-gas yang menangkap panas matahari seperti karbon dioksida (CO2), metana, nitrous oxide, gas fluorinated, dan sebagainya.

Emisi karbon dapat menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global. Dampak pemanasan global menyebabkan mencairnya gletser, badai, kebakaran hutan, kekeringan, hingga menimbulkan gelombang panas. Selain itu, banyak tanaman yang rusak, gagal panen, akibat kekeringan. Dapat juga berdampak pada hilangnya habitat asli hewan akibat kebakaran dan musnahnya hewan akibat pemanasan global.